Bulan depan saya resmi berangkat kerja ke Jepang, ikut program penempatan tenaga kerja selama dua tahun. Sebelum berangkat, ada checklist panjang yang harus saya beresin, mulai dari urus paspor, tes kesehatan, sampai rapiin semua akun finansial di Indonesia biar nggak ada yang keteteran selama saya di sana.
Salah satu yang masuk daftar adalah akun Kredivo saya. Karena nggak akan dipakai dalam waktu lama dan saya nggak mau ribet urus dari luar negeri kalau ada masalah, saya putuskan buat cari tahu cara menutup akun Kredivo yang benar. Awalnya saya kira prosesnya cuma soal lunasin tagihan terus telepon customer service, selesai. Ternyata ada beberapa hal kecil yang hampir saya lewatkan begitu saja.
Bukan Cuma Soal Lunasi Tagihan
Ini yang paling banyak orang tahu, memang benar syarat utama menutup akun adalah pastiin semua tagihan lunas tanpa sisa. Tapi saya sempat lupa satu hal, ternyata poin atau reward yang belum saya pakai bakal hangus otomatis begitu proses penutupan selesai.
Untung saya cek dulu sebelum ngajuin, ternyata masih ada poin lumayan yang bisa saya tukar buat potongan belanja terakhir kali. Kalau saya nggak teliti, poin itu bakal hilang percuma padahal sebenarnya masih bisa dimanfaatkan. Jadi sebelum kamu buru-buru ajukan penutupan, coba cek dulu ada saldo poin atau nggak.
Detail Kecil yang Sering Terlewat Saat Pengajuan
Setelah semua tagihan beres, saya kirim email ke customer service dengan judul permintaan penutupan akun, lengkap dengan e-KTP buat verifikasi identitas. Tapi ada satu hal yang saya hampir kelewat, selama masa pengajuan berjalan, saya diminta buat nggak login lagi ke akun sama sekali.
Saya sempat nggak sadar dan iseng buka aplikasi buat cek status, dan ternyata itu bisa bikin proses pembatalannya keganggu. Prosesnya sendiri makan waktu sekitar tiga hari kerja sejak dokumen diverifikasi, dan nanti bakal ada email konfirmasi kalau akunnya udah resmi nonaktif. Sesederhana itu, tapi kalau kamu nggak tahu soal larangan login ini, bisa jadi malah bikin proses molor lebih lama.
Rapikan yang Tersambung, Jangan Cuma Fokus di Aplikasi
Ini bagian yang menurut saya paling sering diabaikan orang. Kebanyakan mikir, begitu dapat email konfirmasi, semuanya udah kelar. Padahal masih ada beberapa hal yang nyambung ke akun Kredivo kamu di luar aplikasi itu sendiri.
Saya cek lagi daftar transfer di aplikasi bank saya, ternyata masih ada nomor virtual account Kredivo yang saya pakai buat bayar tagihan tiap bulan. Saya hapus itu juga. Kalau dulu kamu sempat aktifin fitur potong saldo otomatis, jangan lupa matikan izin aksesnya, karena kalau nggak, bisa aja masih ada percobaan potong saldo meski akunnya udah nggak aktif. Beberapa bulan setelah penutupan, ada baiknya juga kamu cek riwayat kredit di SLIK OJK, sekadar mastiin statusnya udah benar-benar terupdate.
Kenapa Saya Nggak Menyesal Ambil Keputusan Ini
Selama saya pakai, Kredivo PayLater cukup membantu terutama pas ada kebutuhan mendadak yang nggak bisa nunggu gajian, dengan opsi tenor yang fleksibel dan bunga yang transparan sejak awal. Untuk tenornya bisa sampai 24 bulan dengan bunga rendah 1.99% per bulan. Sementara limitnya juga yang tinggi hingga Rp50 juta buat member Premium, sangat membantu terutama di saat kondisi ekonomi tidak menentu sebagai dana darurat.
Tapi karena kondisi saya sekarang bakal jauh dari Indonesia dalam waktu lama, menutup akun secara resmi terasa lebih masuk akal dibanding sekadar dibiarkan menggantung tanpa pengawasan.
Kalau kamu lagi cari cara menutup akun Kredivo karena alasan serupa, entah mau pindah kerja jauh atau sekadar pengin merapikan urusan finansial, jangan cuma fokus di proses utamanya aja. Detail-detail kecil yang sering diabaikan itu justru yang bikin proses penutupan kamu benar-benar tuntas tanpa nyisain masalah di kemudian hari.